Jumat, 01 November 2019


Modul 5.
1.wto : Organisasi Perdagangan Dunia (bahasa Inggris: World Trade Organization, disingkat WTO) adalah sebuah organisasi internasional  yang menaungi upaya untuk meliberalisasi perdagangan. Organisasi ini menyediakan aturan-aturan dasar dalam perdagangan internasional, menjadi wadah perundingan konsesi dan komitmen dagang bagi para anggotanya, serta membantu anggota-anggotanya menyelesaikan sengketa dagang melalui mekanisme yang mengikat secara hukum. Organisasi ini didirikan pada 1 Januari 1995 dengan tujuan untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya, yang diharapkan akan memajukan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
2.uni eropa : Uni Eropa (disingkat UE) adalah organisasi antarpemerintahan dan supranasional, yang beranggotakan negara-negara Eropa. Sejak 1 Juli 2013 telah memiliki 28 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Namun, banyak aspek dari UE timbul sebelum tanggal tersebut melalui organisasi sebelumnya, kembali ke tahun 1950-an.
3.nafta :  Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara  (Bahasa Inggris: North American Free Trade Agreement, kepanjangan dari NAFTA), adalah sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara Amerika Utara. Organisasi ini didirikan pada 1994 oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Piagamnya menyatakan bahwa NAFTA bertugas mengkoordinasikan kegiatan ekonomi, termasuk hubungan niaga; komunikasi; kegiatan kebudayaan; kewarganegaraan, paspor, dan visa; kegiatan sosial; dan kegiatan kesehatan. Markas NAFTA berada di Washington D.C., Ottawa, dan Mexico City.
4. Asean free trade area : Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN  (Bahasa Inggris: ASEAN Free Trade Area, AFTA)[1] adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.

Ketika persetujuan AFTA ditandatangani resmi, ASEAN memiliki enam anggota, yaitu, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997  dan Kamboja pada 1999. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN. Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN, namun diberi kelonggaran waktu untuk memenuh

5.Apec : Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (bahasa Inggris: Asia-Pacific Economic Cooperation  atau disingkat APEC) adalah forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik[2] yang bertujuan untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas dan mendorong perdagangan bebas di seluruh kawasan Asia-Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989  sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan interdependensi ekonomi negara-negara Asia-Pasifik dan lahirnya blok perdangangan lain di bagian-bagian lain dunia; ketakutan akan Jepang mendominasi kegiatan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, dan untuk mendirikan pasar baru untuk produk agrikultural dan bahan mentah di luar Eropa.[3][4][5] Bermarkas di Singapura, APEC diakui sebagai forum tertua dan blok multilateral tingkat tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, dan memberikan pengaruh global yang signifikan.
6.Ecowas : Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (Inggris: Economic Community of West African States (ECOWAS), Prancis: Communauté Économique des États de l'Afrique de l'Ouest (CEDEAO)) adalah perkumpulan 15 negara Afrika Barat yang didirikan pada 28 Mei 1975, dengan penandatanganan Perjanjian Lagos. Misinya adalah untuk mendorong integrasi ekonomi di Afrika Barat. Pada tahun 1976, Tanjung Verde  bergabung dengan ECOWAS, tetapi pada Desember 2000 Mauritania mengundurkan diri[1] setelah mengumumkan keinginan untuk mengundurkan diri pada tahun 1999.[2]

ECOWAS adalah salah satu pilar Komunitas Ekonomi Afrika dan menggunakan tiga bahasa resmi, yaitu Prancis, Inggris, dan Portugis. Presiden komisi ECOWAS saat ini adalah Kadré Désiré Ouédraogo, sementara ketuanya adalah Macky Sall.
 Modul 7.
1.penilaian terhadap pasar Alternatif adalah dengan Melakukan survei tentang pasar pasar yang cocok untuk di tempatkan barang kita
2.Mengevaluasi Biaya dan resiko pasar alternatif dengan memilah milah harga dan terus membandingkan dengan harga kompetitor setiap harinya
3.Pasar yang cocok untuk ekspansi adalah pasar yang letaknya strategis dan yang rame pengunjungnya

Modul 8

1. Perancangan produk global
Perancangan produk global mengatur agar produk atau kelompok produk tertentu dikerjakan menurut divisi-divisi operasi di perusahaan itu.
Perancangan area global
Perancangan area global mengatur aktivitas perusahaan menurut area tertentu di dunia yang bermanfaat untuk perusahaan yang strateginya berupa dorongan pemasaran. Fokus geografis dari perancangan ini membuat perusahaan mampu mengembangkan keahlian tentang pasar lokal, manajer- manajer area dapat dengan bebas menyesuaikan produk-produk perusahaan untuk memenuhi selera lokal dan dapat dengan cepat menanggapi perubahan di pasar lokal.
Perancangan Pelanggan Global (global customer design)
Digunakan ketika perusahaan melayani pelanggan atau kelompok pelanggan yang berbeda-beda, masing-masing dengan kebutuhan khusus yang memerlukan keahlian atau perhatian khusus.Perancangan ini bermanfaat ketika berbagai kelompok pelanggan yang dibidik perusahaan sangat berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pemasaran yang benar-benar berbeda.
Perancangan Matriks Global
Perancangan Matriks Global adalah perancangan organisasi internasional yang paling kompleks. Perancangan ini merupakan hasil dari menempatkan bentuk perancangan organisasi ke bentuk perancangan yang sudah ada sebelumnya namun berbeda. Keuntungan Perancangan matriks Global adalah bahwa perancangan ini menggabungkan keahlian fungsional dan produk suatu perusahaan ke dalam tim untuk mengmbangkan produk baru atau merespon tantangan baru di pasar modal. Akan tetapi, perancangan matriks global ini memiliki keterbatasan
Perancangan global campuran (hybrid global design)
Setiap bentuk global perancangan organisasi internasi di bagian ini mencerminkan tipe yang ideal atau murni.Akan tetapi, kebanyakan perusahaan menciptakan menciptakan perancangan campuran yang paling cocok dengan tujuan perusahaan. Seperti ditunjukkan sebagian oleh ukuran, strategi, teknologi, lingkungan, dan budaya perusahaan.
2. pemantauan kinerja yang sering di lakukan adaah monitoring dengan monitoring para pemimpin organisasi bisa memantau kinerja anak buahnya agar bisa mencapai tujuan organisasi tersebut.
Modul 6
1.strategi penirauan negara asal ; pendekatan perusahaan menggunakan kompetensi inti atau keunggulan perusahaan yang di kembangkan di negara asalnya sebagai senjata bersaing di negara lain.
2.strategi multidomestik ;perusahaan multidomestik memandang dirinya sebagai sekumpulan anak perusahaan yang beroprasi secara independen yang setiap anak perusahaan fokus pada saru pasar domestikyang khusus selain itu setiap anak perusahaan bebas untuk menyesuaikan produk
3.strategi global ; filosofi alternatif ketiga yang dapat di gunakan oleh perusahaan international .perusahaan global memandang dunia sebagai pasar tunggal dan tujuan utamanya menciptakan barang dan jasa yang memiliki standar tinggi
4.strategi transasional ; perusahaan transaional berusaha mengkombinasikan keuntungan dari efisiensi skala global seperti yang ingin dicapai oleh perusahaan global,dengan keuntungan dan keunggulan dari tanggapan atas keadaan lokal yang menjadi tujuan
Modul 3.
Jika saya di sana masalah yang saya hadapi adalah
1.perkembangan perusahaan saya.jika katakanlah perusaahaan tidak stabil atau masih proses perkembangan maka akan rentan terjadi naik turun keunganya atau keuntunganya
2.modal yang di butuhkan juga akan semakin besar ketika kita mulai merambah pasar luar negri di satu sisi lain nilai mata uang kita juga ada di bawah negara tersebut yang mengakibatkan pembengkakan di biaya pengiriman dan harga jual disana.
Modul 4.
1, Untuk menunjukkan struktur dan komposisi transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional suatu negara
2. sebagai indikator lembaga keuangan internasional untuk mempertimbangkan pemberian bantuan keuangan kepada suatu negara.
3. Sebagai salah satu indikator fundamental perekonomian suatu negara
4. Sebagai cerminan baik tidaknya proses transformasi ekonomi di suatu negara.
5. Memberikan informasi tentang hubungan internasinal suatu negara
6. Mendapatkan gambaran tentang pengaruh transaksi ekonomi luar negeri terhadap pendapatan nasional.

Selasa, 22 Oktober 2019

STUDI LITERATUR: PERANAN BAHASA INGGRIS UNTUK TUJUAN BISNIS DAN PEMASARAN Rian Sri Rahayu email: riansrahayu@gmail.com ABSTRAK Studi ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang cukup terhadap peranan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah melalui studi literatur yang mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab peranan Bahasa Inggris, penggunaan Bahasa Inggris, dan pengaruh penggunaan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran. Hasil dari studi ini menunjukkan peranan Bahasa Inggris lebih digunakan sebagai bahasa pengantar atau Lingua Franca yang perlu untuk diketahui dalam bisnis dan pemasaran. Penggunaan Bahasa Inggris paling banyak dilakukan di bidang pariwisata dan perhotelan. A. Pendahuluan Sebagai negara berkembang, Indonesia terus menerus meningkatkan kerja samanya dengan negara luar di berbagai bidang, khususnya di bidang perdagangan dan investasi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Lemana, Rosa & Juwardi (2017) menjelaskan bahwa keadaan ekonomi dalam era globalisasi dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi semakin tajam, baik pasar domestik maupun pasar global. Keduanya lebih lanjut menyatakan bahwa daya beli konsumen semakin tebatas, konsumen semakin kritis dalam melakukan pembelian dan konsumen memiliki banyak alternatif untuk memenuhi kebutuhannya dan perusahaan dituntut untuk mampu merumuskan dan menciptakan suatu strategi bersaing yang tepat untuk dapat mengalahkan rivalnya dalam berkompetisi. B. Perumusan Masalah Mengacu pada latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka diperoleh perumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana peranan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran? 2. Bagaimana peranan penggunaan Bahasa Inggris yang benar untuk tujuan bisnis dan pemasaran? 3. Bagaimana pengaruh Bahasa Inggris sebagai salah satu alat komunikasi terhadap tujuan bisnis dan pemasaran? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana peranan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran. 2. Untuk mengetahui bagaimana peranan penggunaan Bahasa Inggris yang benar untuk tujuan bisnis dan pemasaran. 3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Bahasa Inggris sebagai salah satu alat komunikasi terhadap tujuan bisnis dan pemasaran D. Landasan Teori Chrystal (1995) merangkum tentang pengembangan bahasa manusia, kemudian pengembangan bahasa oleh negara Great Britain hingga sampai pada pengembangan Bahasa Inggris menjadi Bahasa Inggris dunia yang digunakan untuk ilmu pengetahuan, bisnis, dan penggunaan secara umum sebagai sebuah “status tinggi” dalam bahasa. Kebanyakan orang di dunia mengenal bahasa Inggris sebagai bahasa global. Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara global seperti yang dituliskan Crystal (1995) dalam bukunya yang mendapatkan pernyataan-pernyataan dari kebanyakan orang yang menyatakan bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa global karena Anda mendengar dari televisi politisi-politisi di seluruh dunia berbicara Bahasa Inggris, kemana pun Anda bepergian Anda. E. Metodologi Ada pun jenis Penelitian ini adalah studi literatur. Zed dalam penelitian Kartiningsih (2015) mengatakan bahwa metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Kartiningsih menambahkan bahwa Studi kepustakaan dilakukan oleh setiap peneliti dengan tujuan utama yaitu mencari dasar pijakan/ fondasi utnuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menentukan dugaan sementara atau disebut juga dengan hipotesis penelitian. Sehingga para peneliti dapat mengelompokkan, mengalokasikan F. Hasil dan Pembahasan Peranan Bahasa Inggris untuk Tujuan Bisnis dan Pemasaran Tsui (1992) dan Rivers (2008) menyatakan bahwa dibutuhkannya kemampuan berbahasa Inggris untuk bisnis. Welch, Welch dan Piekkari (2005) menyampaikan bahwa berbicara Bahasa Inggris penting sebagai proses manajemen internasional. MacKenzie mengatakan pentingnya Bahasa Inggris seperti kehidupan professional. Swift (1991) melaporkan hasil pemeriksaannya terhadap peranan kemampuan berbahasa asing dalam pemasaran internasional yang menunjukkan pentingnya bahasa karena sebagai kunci untuk “mendekatkan” pasar. Sebuah penelitian dilakukan oleh Rogerson-Revell (2006) membahas tentang penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar atau lingua franca dalam pertemuan bisnis internasional. Rogerson-Revell merangkum temuan-temuan dari sebuah kuesioner yang mengeksplorasi penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar oleh organisasi bisnis Eropa tertentu yang diharapkan bahwa temuan terbatas tersebut akan membantu menjelaskan beberapa masalah bahasa yang mungkin hadir dalam konteks internasional seperti itu dan kemungkinan adanya kesulitan komunikasi dan frustrasi dihasilkan. Penelitian ini memberikan hasil positif mengungkap beberapa tantangan dan berdasarkan analisis menunjukkan sebuah kesadaran oleh banyak peserta untuk melakukan beberapa strategi untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Dalam bisnis pariwisata, penggunaan Bahasa Inggris merupakan keunggulan seperti yang dinyatakan oleh Korstanje (2010). Selain itu berbahasa Inggris yang lancar tampaknya diharuskan bagi yang terjun di bisnis pariwisata seperti yang dilakukan Simpson (2011) yang melakukan penelitian kelancaran berbahasa Inggris di kelas Bahasa Inggris Pariwisata. Al Khatib (2005) melaporkan penggunaan Bahasa Inggris untuk staf pariwisata dan bank dan menyelidiki kebutuhan komunikasi di tempat kerja dan mendapati pentingnya Bahasa Inggris untuk komunikasi. Pachanat (2012) Beberapa peneliti juga menuliskan beberapa penelitiannya. Peranan Penggunaan Bahasa Inggris yang Benar untuk Tujuan Bisnis dan Pemasaran Berdasar Brieger (1997) dalam Bahasa Inggris untuk bisnis, pengetahuan Bahasa Inggris yang diperlukan adalah keakuratan terhadap penggunaan tata bahasa dan pengucapan yang mencakup keakuratan penggunaan bahasa dalam bidang keuangan, pemasaran, perbankan, hokum dan lain-lain. Dan keahlian komunikasi yang ditekankan pada kelancaran saat berdiskusi dan bersosialisasi yang efektif saat presentasi, pertemuan-pertemuan, bertelepon, bernegosiasi, dan menulis. Sumber: Brieger (1997) Sebuah penelitian oleh Zhang (2007) di kelas bisnis Bahasa Inggris di Cina untuk desain kurikulum menggambarkan adanya evolusi dari literature Bahasa Inggris dengan kebutuhan kelas bisnis saat ini sehingga desain kurikulum yang ditawarkan berdasar hasil penelitian ini adalah desain kurikulum tripartit untuk kelas bisnis ini dengan tujuan lebih pada mengajarkan keahlian berbisnis daripada hanya mengajarkan kemampuan berbahasa. Dalam proses memasarkan produk banyak cara digunakan agar konsumen tertarik, dalam hal ini penyampaian dalam Bahasa Inggris tidak harus selalu dalam tata bahasa yang benar atau bisa juga tidak berstandar seperti penelitian yang dilakukan oleh Mangseth (2010) tentang penggunaan lirik Bahasa Inggris untuk musik yang terlaris terjual di Swedia didapati temuan bahwa ada tanda-tanda penggunaan linguistic yang tidak berstandar. Pengaruh Bahasa Inggris sebagai Salah Satu Alat Komunikasi terhadap Tujuan Bisnis dan Pemasaran Sebuah penelitian oleh Zhang (2007) mengulas tentang praktik-praktik dalam pengajaran Bahasa Inggris Bisnis lebih dari 50 tahun yang lalu dan dua perspektif Bahasa Inggris bisnis yang memberikan pengaruh dalam mengkonsep sebuah pendekatan baru kurikulum desain. Hasil dari ulasan menunjukkan bahwa telah terjadi evolusi dari praktik yang dipandu oleh intuisi ke pengajaran berbasis konten, dan lebih banyak lagi kepada praktik berbasis penelitian. Dua perspektif yaitu English for Specific Purposes (ESP) dan studi wacana bisnis, keduanya menyumbangkan wawasan ke dalam Bahasa Inggris Bisnis. G. Kesimpulan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran diperlukan dan berperan penting di perusahaan sebagai salah satu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi seperti ditunjukkan oleh beberapa penelitian terhadap penggunaan Bahasa Inggris untuk bisnis dan pemasaran. Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan Bahasa Inggris yang paling banyak adalah di bidang bisnis pariwisata dan perhotelan. Pembelajaran Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis dan pemasaran masuk ke dalam kelompok English for Specific Purposes (ESP). H. Daftar Pustaka Al-Khatib, Mahmoud. English in the workplace: An analysis of the communication needs of tourism and banking personnel. Asian EFL Journal, 2005, 7.2: 174-194. Bai, Hong & Bai Xiai. Literal and Free Translation of Chinese-English Brand Names. Airity Library. 2007. Brieger, Nick. Teaching Business English. York: York Associates Publications, 1997. Bloch, Brian; Starks, Donna. The many faces of English: intra-language variation and its implications for international business. Corporate Communications: An International Journal, 1999, 4.2: 80-88. Bryson, Bill. Mother tongue: the story of the English language. Penguin Books, 2009. Conrad, Susan; Mauranen, Anna. The corpus of English as lingua franca in academic settings. TESOL quarterly, 2003, 37.3: 513-527. Crystal, David. The Cambridge Encyclopedia of English. Cambridge university press, 1995. Crystal, David. A global language. In: English in the World. Routledge, 2013. p. 163-208. De Mooij, Marieke K.; Keegan, Warren J. Advertising worldwide. 1994. Dharmesta, Basu Swastha. Manajemen pemasaran. 2014. Ellis, Mark; Johnson, Christine. Teaching business english. Oxford, 1994. Frey-Ridgway, Susan. The cultural dimension of international business. Collection building, 1997, 16.1: 12-23. Ghany, Sayed Younis Abdel; Latif, Muhammad M. Abdel. English language preparation of tourism and hospitality undergraduates in Egypt: Does it meet their future workplace requirements?. Journal of Hospitality, Leisure, Sport & Tourism Education, 2012, 11.2: 93-100. Hiebing, Roman, and Scott Cooper. The sucsuccessful marketing plan: A disciplined and comprehensive approach. McGraw-Hill Professional, 2003. Hsu, Yu-Lun. Facebook as international eMarketing strategy of Taiwan hotels. International Journal of Hospitality Management, 2012, 31.3: 972-980. Jones, Leo; Alexander, Richard. New International Business English Updated Edition Teacher's Book: Communication Skills in English for Business Purposes. Cambridge university press, 2000. Kankaanrata, Anne; Louhiala-Salminen, Leena. “English? –Oh, it’s just work!”: A study of BELF users’ perceptions. English for Specific Purposes, 2010, 29.3: 204-209. Kartiningsih, Eka Diah. Panduan Penyusunan Studi Literatur. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto. 2015. Kong, Haiyan; Cheung, Catherine. Hotel development in China: a review of the English language literature. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 2009, 21.3: 341-355. Korstanje, Maximiliano E. Supremacy of English in tourism research. Anatolia, 2010, 21.2: 383- 387. Kotler, Philip; Armstrong, Gary. Prinsip-prinsip pemasaran. Jilid 1, 2008. Lemana, Rosa & Juwardi. Pengaruh Kelengkapan Produk dan Penetapan Harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Jurnal Pemasaran Kompetitif. Vol. 1 N0. 1. 2017. Li, Hui-qin; Wang, Lin. Studies on the Methods and Problems in Tourism English Teaching [J]. Journal of Hebei Polytechnic University (Social Science Edition), 2006, 2: 060. Mackenzie, Ian. English for Business Studies Student's Book: A Course for Business Studies and Economics Students. Cambridge University Press, 2010. Mangseth, Henrik. Non-Standard English Features in the Song Lyrics of Best Selling Music in Sweden. 2010. Min, Yang; Aimei, Ji. A Contrastive Analysis of English and Chinese Tourism Texts [J]. Foreign Languages and Their Teaching, 2003, 11: 007. Natadjaja, Listia. Pengaruh komunikasi visual antar budaya terhadap pemasaran produk pada pasar ekspor ditinjau dari warna dan ilustrasi desain kemasan. Nirmana, 2004, 4.2. Nickerson, Catherine. English as a lingua franca in international business contexts. 2005. Nikolaenko, E. B. Business English. Tomsk Polytechnic University Publishing House, 2008. Neeley, T. Global English Speaks English. Harvard Business Review 90, no. 5 (May 2012): 116–124. 2012. Ojanperä, Miina. Effects of Using English in Business Communication. 2014. Piller, Ingrid. 10. advertising as a site of language contact. Annual review of applied linguistics, 2003, 23: 170-183. Planken, Brigitte; Van Meurs, Frank; Radlinska, Ania. The effects of the use of English in Polish product advertisements: Implications for English for business purposes. English for Specific Purposes, 2010, 29.4: 225-242. Rivers, Damian John. English as an international business language (EIBL): The need for an increase in theoretical and practical research focusing on written business communications across cultural boundaries in relation to multinational corporate language selection. The Asian ESP Journal, 2008, 4.2: 6-22. Rogerson-Revell, Pamela. Using English for international business: A European case study. English for specific purposes, 2007, 26.1: 103-120. Seidlhofer, Barbara. English as a lingua franca. ELT journal, 2005, 59.4: 339-341. Simpson, Jantima. Integrating project-based learning in an English language tourism classroom in a Thai university. 2011. Srevens, Peter. What Is' Standard English'?. RELC Journal, 1981, 12.2: 1-9. Swift, Jonathan S. Foreign language ability and international marketing. European Journal of Marketing, 1991, 25.12: 36-49. Todorova, Mariyana. ISSN 2076-586X. Вісник Черкаського університету. № 24 (317) .2014. Tsui, Chia-Jung. English Business Communication Skills Training Needs of Non-Native English- Speaking Managers: A Case in Taiwan. Bulletin of the Association for Business Communication, 1992, 55.1: 40-41. Welch, Denice E.; Welch, Lawrence S.; Marschan-Piekkari, Rebecca. The persistent impact of language on global operations. Prometheus, 2001, 19.3: 193-209. Williams, Jasmine EM; Chaston, Ian. Links between the linguistic ability and international experience of export managers and their export marketing intelligence behaviour. International Small Business Journal, 2004, 22.5: 463-486. Wirthwein, Chris. Brand Buster 7 Common Mistakes Marketers Make. Paramount Market Publishing, Inc: NY. 2008. Zhang, Zuocheng. Towards an integrated approach to teaching Business English: A Chinese experience. English for specific purposes, 2007, 26.4: 399-410. https://kbbi.web.id/bisnis

Kamis, 03 Oktober 2019

Dimensi informal tanggung jawab sosial

Dimensi Informal Tanggung Jawab Sosial Kelompok 7 Konoha Muhammad Ikbalul Kirom 01218001 Reza Anggara 01218049 Rio Ariyanto 01218175 DIMENSI INFORMAL TANGGUNG JAWAB SOSIAL Penggunaan istilah Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional tentang CSR. Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila, perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Sudah menjadi fakta bagaimana resistensi masyarakat sekitar, di berbagai tempat dan waktu muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidupnya. Dan pada akhirnya keberlanjutan dan kelestarian bumi juga akan lebih terjamin. Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial ketika menghasilkan produk dan menjual produknya. Konsekuensinya praktik produksi yang bertanggung jawab seperti produksi yang menjamin keselamatan pelanggan, dan memilki peringatan yang semestinya untuk mencegah efek samping negative. Sedangkan praktik penjualan yang bertanggung jawab seperti pedoman harga, periklanan yang beretika dan survey kepuasan pelanggan. Konteks informal Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas. Namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. Tanggung jawab informal berarti, melaksanakan tanggung jawab diluar hal yang bersangkutan dengan aspek dan tindakan kerja. Salah satunya adalah meningkatkan rasa peka terhadap kepedulian sesame karyawan. Bahkan, hal ini juga sangat diwajibkanuntuk manager/HRD. Tujuannya adalah meningkatkan elektabilitas dan stabilitas karyawan dalam bekerja agar lebih giat dan memiliki rasa peduli terhadap perusahaan. Secara tidak langsung, HRD/Manager berperan sebagai wadah atau penampung tempat aspirasi dan musyawarah. Tidak hanya soal pekerjaan, bisa juga tentang keluarga, pendidikan, bahkan kebiasaan serta hobi karyawan. Adapun cara untuk memberikan rasa kepercayaan diri agar menjadi “wadah” untuk karyawan adalah dengan melakukan pendekatan Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab sosial : 1 Pendekatan moral yaitu tindakan yang didasarkan prinsip kesatuan. 2 Pendekatan kepentingan bersamayaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar. 3 Kebijakan bermanfaat adalah tanggung jawab sosialyang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilkan manft besar bagi pihak berkepentingan secara adil Pandangan ini sekaligus juga menyiratkan bahwa kalau upaya perusahaan motifnya bukan hanya ekonomi. Misalnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Sedangkan, kesejahteraan mampu menjadi topik permasalahan dalam tanggung jawab informal yang dilakukan diluar jam kerja, ruang lingkup kerja, dan suasana kerja. Misalnya adalah ketika jam operasional perusahaan sudah berakhir, biasanya para pekerja tidak langsung pulang. Terkadang mereka berkumpul atau istilah lainnya adalah “cangkruk/ngopi” dan dari sinilah pentingnya peranan tanggung jawab sosial informal diperlukan. Musyawarah dan sharing tentang kesejahteraan sosial serta peduli terhadap sesama pekerja/karyawan dibicarakan. Begitu juga pentingnya kehadiran Manager/HRD untuk bercengkrama membangun rasa kekeluargaan yang mampu menghadirkan rasa tanggung jawab sosial informal. Secara tidak langsung, mereka para karyawan akan merasa lebih dihargai ketika Manager/HRD tidak membatasi jarak antara mereka yang nyatanya nilai kelas mereka berbeda. Mereka juga merasa bahwa didalam kantor “kita beda jabatan” diluar kantor “kita tetap sama”. Jadi aspek atau forum yang dibahas tidak selalu tentang pekerjaan namun banyak hal lain yang mampu membuat rasa kekeluargaan itu muncul. Bahkan dengan itu semua muncul sisi positif yaitu ra

Jumat, 05 Juli 2019

Laporan kunjungan

PERSEMBAHAN Laporan kunjungan industri ini kami susun menurut data-data, hasil survey, dan wawancara yang kami peroleh dengan metode-metode tepat guna dengan maksud agar karya tulis laporan kunjungan industri ini mudah dipahami dan dapat dipertanggung jawabkan. Karya tulis laporan kunjungan industri ini kami persembahkan kepada: 1. Allah swt. 2. Orang-orang tercinta kami; ayah, ibu, adik, kakak, dan keluarga besar yang telah memberikan suntikan motivasi. 3. Dosen pembimbing, dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini dari mulai memberi masukan sampai mengkoreksi sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kunjungan industri ini dengan baik. 4. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kami menyadari bahwa laporan kunjungan UMKM yang kami buat ini masih jauh dari sempurna sehingga saran dan kritik yang membangun akan selalu diharapkan setelah ini sebagai motivasi untuk kami agar lebih baik lagi di karya tulis selanjutnya. Surabaya, 25 Maret 2019 Penyusun KATA PENGANTAR Puji syukur selalu terpanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Dialah kami mempunyai kesempatan untuk menyusun laporan kunjungan UMKM ke PeternakanKambing yang berada di desaBubakan, Pacitan, JawaTimur ini dengan tepat waktu. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada kekasih kita semua Nabi Muhammad yang telah membawa kehidupan dari zaman antah berantah ke zaman kerlap kerlip lampu dan rumah mewah. Laporan kunjungan UMKM ini kami susun untuk memenuhi tugas kami sebagai Mahasiswa, juga sebagai tugas pengantar bisnis. Laporan ini disusun berdasarkan data-data yang kami kumpulkan dengan berbagai metode untuk memastikan kevalidan informasi yang telah ada. Kami haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam penyusunan laporan kunjungan UMKM ini. Terutama kepada Ibu Aju Nitya Dharmani sebagai pembimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini. Akhirnya, kami sadar betul bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari kata baik, masih ada kekurangan di berbagai sisi sehingga kami sangat mengaharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca guna perbaikan diri di kesempatan berikutnya. Demikian kami sampaikan, besar harapan kami laporan ini dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Surabaya, 10 Mei 2019 Penyusun DAFTAR ISI SAMPUL DEPAN “KUNJUNGAN UMKM DI PETERNAKAN KAMBING” PERSEMBAHAN…………………………………………………………………………… …1 KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………....2 DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….…..…3 BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……………………………………………………………….…….…………4 1.2 Tujuan Kunjugan UMKM…………...……………………………………..……….………..5 1.3 Tujuan Pembuatan Laporan……………………………………………….………………. 5 1.4 Waktu danTempat……………………………………………………….…………….….…..5 1.5 Pengumpulan Data………………………………………………….…….……….......……...5 1.6 Pengelolaan Data……………………………………………………….….……...……….….5 BAB II : PEMBAHASAN 2.1 Profil Badan Usaha…………………………………………………………………….....…..6 2.2 Sejarah Berdirinya Usaha Peternakan Kambing 6 2.3Jenis Kambing yang diternak 7-8 2.4 Keuntungan Beternak Ternak Kambing 8 BAB III : SIMPULAN DAN SARAN 3.1 Simpulan 9 3.2 Saran 9 LAMPIRAN LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI……………………………………………10 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan pemenuhan sumber protein hewani diwilayah pedesaan yang kian sulit, tetapi dilain sisi terdapat banyak kesempatan bagi sector pengembang untuk memanfaatkan hasil alam yang ada seperti tanah, tumbuhan, air, kondisi cuaca yang baik serta sumber daya manusia (SDM) yang melimpah sehingga perlu dimanfaatkan. Salah satu sektor yang paling banyak mempunyai prospek baik kedepannya adalah mengenai peternakan, terutama peternakan kambing yang tidak memerlukan modal yang besar. Sebagian besar orang dipedasaan lebih cenderung berfikir kearah pertanian yang sebenarnya hanya mempunyai prospek dari segi penghasilan pertahun perkapita di nilai masih terlalu rendah. Tujuan Kunjungan UKM Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu 1. Untuk mengetahui sejarah asal usul, ciri-ciri, karakteristik dan bentuk adaptasi dari macam-macam ternak kambing, 2. Dapat mengetahui system atau manajemen pemeliharaan dari ternak kambing serta mengetahui kentungan beternak kambing. 1.3 Tujuan Pembuatan Laporan Tujuan dari pembuatan laporan Kunjungan UMKM ini adalah sebagai berikut: a. Sebagai Pertanggung jawaban setelah melakukan kunjungan UMKM b. Sebagai tugas mata kuliah Pengantar Bisnis 1.4 Waktu danTempat Kunjungan ke perternakan ini dilaksanakan pada Tanggal 7 Mei 2019 ke Peternakan Kambing, yang bertempat di Desa Bubakan, Pacitan, JawaTimur. 1.5 Pengumpulan Data Data yang diperoleh dikumpulkan dengan metode berikut ini: Metode Interview / wawancara 0 Metode Observasi 1 Metode Dokumentasi / dokumenter 2 1.6 Pengelolaan Data Data yang diolah dengan tahapan sebagai berikut: 1. Data dikumpulkan 2. Data diseleksi 3. Konsultasi mengenai data yang dipilih sekaligus penentuan judul 4. Membuat kerangka laporan kunjungan peternakan 5. Mengembangkan kerangka laporan kunjungan peternakan 6. Membuat konsep laporan kunjungan peternakan 7. Mengetik laporan kunjungan peternakan 8. Mengevaluasi laporan kunjungan peternakan yang telah dibuat BAB II PEMBAHASAN a. Jenis Usaha Jeni susaha yang dirintis adalah peternakan kambing jenis kambing kacang yang cocok dengan iklim pedasaan khususnya di Desa Bubakan, Pacitan, Jawa Timur. b. Nama Perusahaan Pada dasarnya para petani dipedasaan kurang memikirkan nama dari peternakannya kecuali bagi para peternak yang bekerjasama dengan kelompok tani yang dikelola bersama. Nama perusahaan ini adalah “PETERNAKAN KAMBING UNGGUL”. c. Lokasi Usaha Adapun lokasi usaha ini adalah sebagai berikut : Alamat : Dusun Tanggung Rt/Rw : 04/10 Desa : Bubakan Kecamatan : Tulakan Kabupaten : Pacitan Provinsi : Jawa Timur 2.2 Sejarah berdirinya usaha Peternakan Kambing Pak katman memulai usahanya sejak1970 hingga saat ini peternak muda yang boleh dibilang cukup berhasil meraih sukses dari kambing jenis Jawa dan Peranakan Etawa (PE) yang dipelihara. Saat ini omsetnya jutaan rupiah setiap bulannya. Usaha ternak kambing sudah dijalani dari sejak smp . Dia menyulap lahan di bagian belakang rumahnya yang berada di RT.04/RW .10 Dusun Tanggung , Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan , Kabupaten Pacitan menjadi kandang.Awalnya, ia hanya memelihara 8 ekor kambing. Namun berkat ketekunan dan keuletan nya saat ini kambingnya mencapai 80 ekor.Pria ramah ini berujar, 8 ekor kambing yang kini beranak pinak itu ia beli saat masih duduk di bangku SMP. Ia sejak anak-anak memang sudah memiliki hoby beternak hewan. Sekarang sudah banya yang membeli di peternakan nya apa lagi banyak pembeli dari luar kota , di hari raya idhul adha sekitar 90 ekor kambing terjual itu pun masih kurang karena banyak peminat dari luar kota seperti jakarta , surabaya, dan tuban Jenis-Jenis Ternak Kambing : 1. Kambing Kacang Kambing Kacang adalah ras unggul yang pertama dikembangkan di Indonesia. Ciri+cirri kambing kacang : 1. Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala ringan dan kecil. 2. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. 3. Pada umumnya memiliki warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya. 4. Kambing jantan maupun betina memiliki dua tanduk pendek. 5. Berat tubuh jantan dewasa dapat mencapai 30 kg, serta betina dewasa mencapai 25 kg. 6. Tinggi yang jantan 60 - 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm. 7. Memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh, kecuali pada ekor dan dagu, pada kambing jantan juga tumbuh bulu panjang sepanjang garis leher, pundak dan punggung sampai ekor dan pantat. Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia yang dapat pula ditemukan di Malaysia dan philipina. Perkembangan kambing Kacang sangat cepat, bahkan pada umur 15-18 bulan sudah dapat menghasilkan keturunan. Kambing ini cocok digunakan sebagai penghasil daging dan kulit. Kambing kacang bersifat prolifik (sering melahirkan kembar 2 atau 3), lincah, tahan terhadap berbagai kondisi, dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan yang berbeda, termasuk dalam kondisi pemeliharaan yang sangat sederhana. Bulu kambing kacang cukup pendek dan berwarna hitam, coklat, putiha tau campuran ketiga warna tersebut. 2. Kambing PE (Peranakan Etawa) Kambing ini merupakan hasil persilangan kambing etawa (asal India) dengan kambing lokal / Kacang. Kambing P7 dimanfaatkan sebagai penghasil daging dan susu (perah). Penampilan kambing P7 mirip dengan kambing etawa, tetapi peranakan tubuhnya lebih kecil. Peranakan yang penampilannya mirip kambing kacang disebut bligon atau jawarandu yang merupakan tipe bligon atau jawarandu yang merupakan tipe pedaging. Karakteristik kambing P7, antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut. janggut, telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak kebelakang sedangkan bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Bulu paha panjang dan tebal. 7 -ciri kambing Peranakan etawa (PE) yaitu : 1. Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang putih. 2. Badannya besar sebagaimana Ettawa, bobot yang jantan bias mencapai 91kg, sedangkan betina mencapai 63 kg. 3. Telinganyapanjangdanterkulaikebawah, bergelambir yang cukupbesar 4. Dahi dan hidungnya cembung. 5. Kambing jantan maupun betina bertanduk kecil-pendek. 6. Daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang 7. Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. 2.4 Keuntungan Beternak Ternak Kambing terdapat beberapa keuntungan beternak kambing adalah : 1. Tidak memerlukan tempat yang luas, Cukup dengan kandang yang kecil dan sederhana. 2. Pemeliharaannya mudah dan tidak memerlukan banyak tenaga. 3. Makanannya sederhana dan mudah didapat. 4. Kambing cepat berkembang biak karena, mempunyai anak lebih dari satuekor setiap kali melahirkan dan anaknya cepat besar. 5. Kambing dipelihara sebagai tabungan dan mudah dijual bilamana pemiliknya memerlukan uang. 6. Selain menghasilkan daging, akan diperoleh pula hasil lain berupa kulit dan kotoran yang baik untuk pupuk. 7. Modal yang diperlukan untuk pemeliharaannya relatif tidak begitu besar. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kambing merupakan salah satu jenis ternak yang cukup digemari dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat desa, namun skala usahanya masih terbatas dengan sistem pemeliharaan dan perkembangbiakan yang masih tradisional. Jenis kambing seperti kambing Kacang, dan kambing PE (Peranakan etawa) sedangkan hal-hal yang harus di perhatikan di dalam beternak kambing yaitu memilih bibit yang berkualitas, memahami waktu kawin, memahami penangan kelahiran, perawatan anak atau pedet ternak kambing, pemahaman lama penyusuan dan pemahaman umur kambing. Manajemen pemeliharaan ternak kambingmeliputi perkandangan, pakan dan tatalaksana reproduksi didalam manajemen pemeliharaan pun harus memperhatikan pengendalian penyakit dimana terlebih dahulu melakukan pencegahan sebelum terjangkit penyakit yaitu lahan yang digunakan harus bebas dari penyakit menular, kandang kambing harus kuat, aman dan bebas penyakit. 3.2 Saran Adapun saran dari laporan hasil kunjungan dipeternakan kambing ini adalah pemberian pemahaman kepada masyarakat tentang tatalaksana dari ternak kambing seperti pemilihan pakan yang baik, serta penanganan waktu kawin agar lebih produktif. Penanganan penyakit pada ternak kambing harus lebih dioptimalkan utamanya pada saat musim dingin. Keuntungan beternak kambing bukan saja berdampak pada kelompok profit tetapi akan lebih kepada jaringan ternak dan komunitas peternak serta ilmu yang luas.

Proposal usaha

Rencana Bisnis Usaha ternak ayam petelor Disusun oleh: Rio ariyanto No. Telepon 089676173616 Alamat E-mail rioariyanto31@gmail.com Rencana Bisnis Usaha ternak ayam petelor disusun oleh: Rio ariyanto No. Telepon 089676173616 Alamat E-mail rioariyanto31@gmail.com DAFTAR HALAMAN DAFTAR HALAMAN 1 1. RINGKASAN EKSEKUTIF 3 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 3 2.1 DATA PERUSAHAAN 3 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS 4 2.3 STRUKTUR ORGANISASI 4 2.4 KONSULTAN PENDAMPING 4 2.5 SUSUNAN PEMILIK / PEMEGANG SAHAM 5 3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN 5 3.1 PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN 5 3.2 GAMBARAN PASAR 6 3.3 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU 7 3.4 TREND PERKEMBANGAN PASAR 7 3.5 PROYEKSI PENJUALAN 7 3.6 STRATEGI PEMASARAN 8 3.7 ANALISIS PESAING 8 3.8 SALURAN DISTRIBUSI 9 4. ANALISIS PRODUKSI 10 4.1 PROSES PRODUKSI 10 4.2 BAHAN BAKU DAN PENGGUNAANNYA 11 4.3 KAPASITAS PRODUKSI 11 4.4 RENCANA PENGEMBANGAN PRODUKSI 11 5. ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) 12 5.1 ANALISIS KOMPETENSI SDM 12 5.2 ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM 13 5.3 RENCANA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN SDM 13 . RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.1 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.2 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA 14 7. ANALISIS KEUANGAN………………. 16 7.1 LAPORAN KEUANGAN 16 7.2 RENCANA KEBUTUHAN INVESTASI 19 7.3 RENCANA ARUS KAS (CASH – FLOW) 20 7.4 RENCANA KEBUTUHAN PINJAMAN 21 7.5 RENCANA PENGEMBALIAN DANA PINJAMAN 22 7.6 AGUNAN YANG DIMILIKI 22 8. ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA 23 8.1 DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR 23 8.2 DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN 23 8.3 ANALISIS RESIKO USAHA 23 8.4 ANTISIPASI RESIKO USAHA 23 LAMPIRAN 25 A. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS 25 B. KELENGKAPAN PERIJINAN 31 C. PETA LOKASI 32 D. FOTO PRODUK 33 E. DOKUMENTASI PRODUKSI 34 . RINGKASAN EKSEKUTIF Perusahaan yang saya dirikan berjalan di bidang perdagangan mkanan.perusahaan saya mempunyai hal yang berbeda dari perusahaan yang lain yaitu ayam ayam kami sangat di jaga kesehatanya.harga yang kami tawarkan sangat bersaing di sokong dengan keadaan ayam yang sehat dan gemuk gemuk. 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 2.1 DATA PERUSAHAAN ! " # $ % & 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS ' ( ) * + - . /1. Nama Perusahaan Cv suka duka semuanya suka 2. Bidang Usaha pakan 3. Jenis Produk / Jasa ayam petelur 4. Alamat Perusahaan Jalan wisma gilang permai blok A-02 5. Nomor Telepon/Fax 089676173616 6. Alamat E-mail Rioariyanto31@gmail.com 7. Bank Perusahaan 8. Bentuk Badan Hukum 9. Nomor Akte Pendirian 10. N P W P 11. Mulai Berdiri 1. Nama Rio ariyanto nugroho 2. Jabatan Direktur utama 3. Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo31 mei 1996 4. Alamat Rumah Wisma gilang permai blok A 02 5. Nomor Telepon 089676173616 6. Nomor Fax 7. Alamat E-mail Rioariyanto31@gmail.com 8. Pendidikan Terakhir Sma

Kamis, 04 Juli 2019

Proposal usaha

Rencana Bisnis Usaha ternak ayam petelor disusun oleh: Rio ariyanto No. Telepon 089676173616 Alamat E-mail rioariyanto31@gmail.com DAFTAR HALAMAN DAFTAR HALAMAN 1 1. RINGKASAN EKSEKUTIF 3 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 3 2.1 DATA PERUSAHAAN 3 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS 4 2.3 STRUKTUR ORGANISASI 4 2.4 KONSULTAN PENDAMPING 4 2.5 SUSUNAN PEMILIK / PEMEGANG SAHAM 5 3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN 5 3.1 PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN 5 3.2 GAMBARAN PASAR 6 3.3 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU 7 3.4 TREND PERKEMBANGAN PASAR 7 3.5 PROYEKSI PENJUALAN 7 3.6 STRATEGI PEMASARAN 8 3.7 ANALISIS PESAING 8 3.8 SALURAN DISTRIBUSI 9 4. ANALISIS PRODUKSI 10 4.1 PROSES PRODUKSI 10 4.2 BAHAN BAKU DAN PENGGUNAANNYA 11 4.3 KAPASITAS PRODUKSI 11 4.4 RENCANA PENGEMBANGAN PRODUKSI 11 5. ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) 12 5.1 ANALISIS KOMPETENSI SDM 12 5.2 ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM 13 5.3 RENCANA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN SDM 13 6. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.1 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.2 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA 14 7. ANALISIS KEUANGAN………………. 16 7.1 LAPORAN KEUANGAN 16 7.2 RENCANA KEBUTUHAN INVESTASI 19 7.3 RENCANA ARUS KAS (CASH – FLOW) 20 7.4 RENCANA KEBUTUHAN PINJAMAN 21 7.5 RENCANA PENGEMBALIAN DANA PINJAMAN 22 7.6 AGUNAN YANG DIMILIKI 22 8. ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA 23 8.1 DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR 23 8.2 DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN 23 8.3 ANALISIS RESIKO USAHA 23 8.4 ANTISIPASI RESIKO USAHA 23 LAMPIRAN 25 A. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS 25 B. KELENGKAPAN PERIJINAN 31 C. PETA LOKASI 32 D. FOTO PRODUK 33 E. DOKUMENTASI PRODUKSI 34 1. RINGKASAN EKSEKUTIF Perusahaan yang saya dirikan berjalan di bidang perdagangan mkanan.perusahaan saya mempunyai hal yang berbeda dari perusahaan yang lain yaitu ayam ayam kami sangat di jaga kesehatanya.harga yang kami tawarkan sangat bersaing di sokong dengan keadaan ayam yang sehat dan gemuk gemuk. 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 2.1 DATA PERUSAHAAN Nama Perusahaan Cv suka duka semuanya suka Bidang Usaha pakan Jenis Produk / Jasa ayam petelur Alamat Perusahaan Jalan wisma gilang permai blok A-02 Nomor Telepon/Fax 089676173616 Alamat E-mail Rioariyanto31@gmail.com Bank Perusahaan Bentuk Badan Hukum Nomor Akte Pendirian N P W P Mulai Berdiri 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS Nama Rio ariyanto nugroho Jabatan Direktur utama Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo31 mei 1996 Alamat Rumah Wisma gilang permai blok A 02 Nomor Telepon 089676173616 Nomor Fax Alamat E-mail Rioariyanto31@gmail.com Pendidikan Terakhir Sma Pengalaman Kerja marketing bumiputera 2.3 STRUKTUR ORGANISASI 2.4 KONSULTAN PENDAMPING (jika ada) 2.5 SUSUNAN PEMILIK / PEMEGANG SAHAM 3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN 3.1 PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN Produk yang di hasilkan adalah ayam ayam petelor KEUNGGULAN PRODUK YANG DIMILIKI ayam lebih gemuk gemuk lebih bersih daging lebih empuk 3.2 GAMBARAN PASAR DATA NILAI PENJUALAN (3 – 5 TAHUN TERAKHIR) Pada tahun pertama mengalami penjualan yang menaik sedangkan di tahun kedua mengalami penurunan sedangkan di tahun ke 3 sampai ke 5 tahun terus menaik KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG SUDAH DILAKUKAN PERSONAL SELLING memasarkan langsung kepada para orang di pasar PAMERAN BROSUR bikin brosur tentang cv kami dan kelebihanya ADVERTISING / IKLAN 3.3 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU GAMBARAN KARAKTERISTIK PEMBELI / PENGGUNA pertama kita akan menuju pasar pasar tradisional terus merambah ke modern 3.4 TREND PERKEMBANGAN PASAR PERKIRAAN JUMLAH DAN NILAI RATA-RATA PERMINTAAN PRODUK PER TAHUN selalu meningkat 3.5 PROYEKSI PENJUALAN setiap tahun selalu naik 3.6 STRATEGI PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK untuk pertama pertama kita akan menjual ayam hidup untuk selanjutnya akan berterus ke daging fresh dan pengolahan telurnya PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN daerah daerah dekat rumah terlebih dahulu KEGIATAN PROMOSI berjualan langsung k

Kamis, 18 April 2019

rencana berwirausaha

Rencana Bisnis Tempat nongkrong ber tema kan one piece disusun oleh: Rio ariyanto nugroho 01218175 Manajemen - B No. Telepon No. Fax Alamat E-mail Situs Web DAFTAR HALAMAN DAFTAR HALAMAN 1 1. RINGKASAN EKSEKUTIF 3 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 3 2.1 DATA PERUSAHAAN 3 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS 4 2.3 STRUKTUR ORGANISASI 4 2.4 KONSULTAN PENDAMPING 4 2.5 SUSUNAN PEMILIK / PEMEGANG SAHAM 5 3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN 5 3.1 PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN 5 3.2 GAMBARAN PASAR 6 3.3 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU 7 3.4 TREND PERKEMBANGAN PASAR 7 3.5 PROYEKSI PENJUALAN 7 3.6 STRATEGI PEMASARAN 8 3.7 ANALISIS PESAING 8 3.8 SALURAN DISTRIBUSI 9 4. ANALISIS PRODUKSI 10 4.1 PROSES PRODUKSI 10 4.2 BAHAN BAKU DAN PENGGUNAANNYA 11 4.3 KAPASITAS PRODUKSI 11 4.4 RENCANA PENGEMBANGAN PRODUKSI 11 5. ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) 12 5.1 ANALISIS KOMPETENSI SDM 12 5.2 ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM 13 5.3 RENCANA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN SDM 13 6. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.1 RENCANA PENGEMBANGAN USAHA 13 6.2 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA 14 7. ANALISIS KEUANGAN………………. 16 7.1 LAPORAN KEUANGAN 16 7.2 RENCANA KEBUTUHAN INVESTASI 19 7.3 RENCANA ARUS KAS (CASH – FLOW) 20 7.4 RENCANA KEBUTUHAN PINJAMAN 21 7.5 RENCANA PENGEMBALIAN DANA PINJAMAN 22 7.6 AGUNAN YANG DIMILIKI 22 8. ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA 23 8.1 DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR 23 8.2 DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN 23 8.3 ANALISIS RESIKO USAHA 23 8.4 ANTISIPASI RESIKO USAHA 23 LAMPIRAN 25 A. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS 25 B. KELENGKAPAN PERIJINAN 31 C. PETA LOKASI 32 D. FOTO PRODUK 33 E. DOKUMENTASI PRODUKSI 34 1. RINGKASAN EKSEKUTIF Tempat nongkrong dengan tema anime one piece dengan dinding penuh gambar dan suasana yang dingin dan sejuk akan membuat pengunjung merasa nyaman, serta kami mempunyai makanan khas yang berbentuk seperti topi jerami seperti karakter utama di anime one piece 2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN 2.1 DATA PERUSAHAAN 1. Nama Perusahaan Warung nakama 2. Bidang Usaha Kuliner 3. Jenis Produk / Jasa Makanan dan minuman 4. Alamat Perusahaan Jalan sawunggaling nomer 3, Taman, Sidoarjo 5. Nomor Telepon/Fax 089676173616 6. Alamat E-mail Rioariyanto31@Gmail.Gmail.com 7. Bank Perusahaan 8. Bentuk Badan Hukum 9. Nomor Akte Pendirian 10. N P W P 11. Mulai Berdiri Est 2016 2.2 BIODATA PEMILIK / PENGURUS 1. Nama Rio ariyanto nugroho 2. Jabatan Pemilik 3. Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo 31 mei 1996 4. Alamat Rumah Wisma gilang permai blok A02 5. Nomor Telepon 089676173616 6. Nomor Fax 7. Alamat E-mail Rioariyanto31@Gmail. Com 8. Pendidikan Terakhir Sma 9. Pengalaman Kerja SMD pt softex indonesia 2.3 STRUKTUR ORGANISASI 2.4 KONSULTAN PENDAMPING (jika ada) 2.5 SUSUNAN PEMILIK / PEMEGANG SAHAM 3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN 3.1 PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN Untuk produk kita mempunyai makanan khas yang berbentuk topi jerami Dan jasa adalah pelayanan kami sangat ramah dan sangat sopan, serta suasana yang sejuk KEUNGGULAN PRODUK YANG DIMILIKI 1. Bentuk yang beda dari makanan pada umumnya 2. Rasanya lebih enak,ayam nya juga lebih lunak dagingnya karena di proses oleh para ahli3. 3.2 GAMBARAN PASAR DATA NILAI PENJUALAN (3 – 5 TAHUN TERAKHIR) Untuk tahun pertama Penjualan kami membaik tetapi tahun ke 2 penjualan kita agak menurun di karenakan adanya kompetitor yang harganya lebih murah, pada tahun ke 3 dan 4 naik kembali di karenakan kita melakukan beberapa perubahan di segi harga Dan fasilitas tempat dan tahun ke 5 naik pesat di karenakan tempat kami mulai di kenal para anime lovers di surabaya Dan sidoarjo KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG SUDAH DILAKUKAN PERSONAL SELLING Mempromosikan ke teman teman dan orang orang terdekat tentang tempat kita dan berbagai macam kelebihanya PAMERAN BROSUR Menyebar brosur tentang pembukaan tempat nongkrong bertemakan one piece ADVERTISING / IKLAN Mengadakan promo untuk awal buka dan memasang di ig dan fb 3.3 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU GAMBARAN KARAKTERISTIK PEMBELI / PENGGUNA Pembeli /pengunjung adalah anak anak muda atau orang orang pecinta OP lovers 3.4 TREND PERKEMBANGAN PASAR PERKIRAAN JUMLAH DAN NILAI RATA-RATA PERMINTAAN PRODUK PER TAHUN Pertahun pasti akan meningkat di karenakan OP lovers tidak hanya di surabaya atau di sidoarjo 3.5 PROYEKSI PENJUALAN Semakin tahun semakin meningkat karena seberjalanya di kenal oleh orang orang sekitar dan pecinta anime 3.6 STRATEGI PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK Untuk kedepanya bakal banyak lagi makanan dan minuman dengan ber tema kan one piece PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN Jikalau udah cukup di kenal di sidoarjo dan surabaya saya berencana membuka cabang di daerah jakarta atau jogja KEGIATAN PROMOSI Dengan menbuat instagram atau fb dan memasang iklan STRATEGI PENETAPAN HARGA Untuk harga kami selalu melihat kompetitor dan kami juga tidak akan menutup mata jikalau ada harga yang lebih murah 3.7 ANALISIS PESAING PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN Joko tole coffe 1. Suasana klasik2. 1. Kurang nyaman 2. Harga sedikit mahal 1. 2. 1. 2.