Kamis, 03 Oktober 2019
Dimensi informal tanggung jawab sosial
Dimensi Informal Tanggung Jawab Sosial
Kelompok 7 Konoha
Muhammad Ikbalul Kirom 01218001
Reza Anggara 01218049
Rio Ariyanto 01218175
DIMENSI INFORMAL TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Penggunaan istilah Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional tentang CSR. Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila, perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Sudah menjadi fakta bagaimana resistensi masyarakat sekitar, di berbagai tempat dan waktu muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidupnya. Dan pada akhirnya keberlanjutan dan kelestarian bumi juga akan lebih terjamin. Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial ketika menghasilkan produk dan menjual produknya. Konsekuensinya praktik produksi yang bertanggung jawab seperti produksi yang menjamin keselamatan pelanggan, dan memilki peringatan yang semestinya untuk mencegah efek samping negative. Sedangkan praktik penjualan yang bertanggung jawab seperti pedoman harga, periklanan yang beretika dan survey kepuasan pelanggan.
Konteks informal
Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas. Namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.
Tanggung jawab informal berarti, melaksanakan tanggung jawab diluar hal yang bersangkutan dengan aspek dan tindakan kerja. Salah satunya adalah meningkatkan rasa peka terhadap kepedulian sesame karyawan. Bahkan, hal ini juga sangat diwajibkanuntuk manager/HRD. Tujuannya adalah meningkatkan elektabilitas dan stabilitas karyawan dalam bekerja agar lebih giat dan memiliki rasa peduli terhadap perusahaan. Secara tidak langsung, HRD/Manager berperan sebagai wadah atau penampung tempat aspirasi dan musyawarah. Tidak hanya soal pekerjaan, bisa juga tentang keluarga, pendidikan, bahkan kebiasaan serta hobi karyawan. Adapun cara untuk memberikan rasa kepercayaan diri agar menjadi “wadah” untuk karyawan adalah dengan melakukan pendekatan
Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab sosial :
1 Pendekatan moral yaitu tindakan yang didasarkan prinsip kesatuan.
2 Pendekatan kepentingan bersamayaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar.
3 Kebijakan bermanfaat adalah tanggung jawab sosialyang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilkan manft besar bagi pihak berkepentingan secara adil
Pandangan ini sekaligus juga menyiratkan bahwa kalau upaya perusahaan motifnya bukan hanya ekonomi. Misalnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Sedangkan, kesejahteraan mampu menjadi topik permasalahan dalam tanggung jawab informal yang dilakukan diluar jam kerja, ruang lingkup kerja, dan suasana kerja.
Misalnya adalah ketika jam operasional perusahaan sudah berakhir, biasanya para pekerja tidak langsung pulang. Terkadang mereka berkumpul atau istilah lainnya adalah “cangkruk/ngopi” dan dari sinilah pentingnya peranan tanggung jawab sosial informal diperlukan. Musyawarah dan sharing tentang kesejahteraan sosial serta peduli terhadap sesama pekerja/karyawan dibicarakan. Begitu juga pentingnya kehadiran Manager/HRD untuk bercengkrama membangun rasa kekeluargaan yang mampu menghadirkan rasa tanggung jawab sosial informal. Secara tidak langsung, mereka para karyawan akan merasa lebih dihargai ketika Manager/HRD tidak membatasi jarak antara mereka yang nyatanya nilai kelas mereka berbeda. Mereka juga merasa bahwa didalam kantor “kita beda jabatan” diluar kantor “kita tetap sama”. Jadi aspek atau forum yang dibahas tidak selalu tentang pekerjaan namun banyak hal lain yang mampu membuat rasa kekeluargaan itu muncul. Bahkan dengan itu semua muncul sisi positif yaitu ra
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar